Minggu, 18 November 2012

Kisah Kematian Para Rasul

Tahukah anda bagaimana para rasul Yesus Kristus meninggal dunia? Mereka telah mengalami berbagai aniaya dan siksaan karena Injil Yesus Kristus yang mereka beritakan. Tidak ada satupun dari mereka yang memilih hidup tenang dan nyaman dengan menyangkali iman mereka kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebagai akibatnya, mereka harus mati dalam keadaan yang mengenaskan.
Eusebius adalah salah seorang penulis sejarah gereja yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaran tulisannya berdasarkan bukti-bukti nyata. Pada tahun 325 ia menulis sebuah buku yang menceritakan bagaimana para rasul meninggal dunia. Buku itu berjudul “Rasul dan Murid dari Juruselamat telah Menyebarkan dan Mengkotbahkan Injil ke Seluruh Dunia”. Berikut ini adalah kisah kematian para rasul yang tercatat dalam buku tersebut.
  • Petrus menerima hukuman mati di Roma karena Injil yang diberitakannya. Karena ia merasa tidak layak dihukum mati dengan cara disalib seperti Tuhan Yesus, maka ia memohon agar ia disalib secara terbalik dengan kepala di bawah.
  • Andreas saudara Petrus meninggal dunia di Patras, Yunani. Ia juga mati disalib. Sebelum disalib ia disiksa dengan hukuman cambuk oleh 7 tentara dan diikat pada salib. Dengan cara demikian mereka dapat memperbesar dan memperpanjang penderitaannya. Seorang murid Andreas yang turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang diucapkan Andreas sebelum ia meninggal dunia: “Ternyata keinginan dan cita-citaku dapat terkabul, di mana aku dapat turut merasakan ‘happy hours’ dengan disiksa dan disalib seperti Tuhan Yesus.” Ketika ia disiksa pun, tak henti-hentinya dia memberitakan Injil. Ya, dia terus berkotbah selama 2 hari sebelum ajalnya tiba sambil menerima hukuman cambuk.
  • Yakobus anak Zebedeus, saudara Yohanes, adalah rasul pertama yang meninggal dunia mendahului rasul-rasul lainnya. Ia mati dipenggal di Yerusalem atas perintah Herodes (Kis 12:1-2). Ketika ia disiksa, ia tak sekalipun menyangkal Yesus. Sebaliknya, ia terus-menerus memberitakan Injil Yesus Kristus, bukan hanya kepada tawanan-tawanan lainnya, tetapi juga kepada pengawal Romawi yang menyiksanya. Akhirnya, pengawal Romawi yang bertugas menjaga dan menyiksanya itupun bertobat. Pengawal itu ikut mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukan hanya untuk menyaksikannya, tetapi juga untuk turut dihukum bersama Yakobus. Ia berlutut di samping Yakobus sambil berdoa dan menerima hukuman penggal bersamanya sebagai orang Kristen.
  • Yohanes pernah digoreng dalam bak minyak mendidih di Roma. Akan tetapi, karena Tuhan masih ingin memakainya lebih jauh, maka mujizat pun terjadi. Ia dapat tetap hidup. Kemudian ia diasingkan ke pulau Patmos untuk menjalani kerja paksa di sana. Di pulau Patmos inilah ia mendapatkan wahyu Allah yang dituliskannya dalam Kitab Wahyu. Kemudian ia dibebaskan dan masih sempat melayani di wilayah Asia Kecil sebelum akhirnya meninggal dunia. Dialah satu-satunya rasul yang meninggal dunia dalam usia lanjut.
  • Matius telah memberitakan Injil ke Etiopia. Di sana ia disiksa dan akhirnya dibunuh dengan pedang karena Injil yang diberitakannya.
  • Bartolomeus yang lebih dikenal dengan nama Natanael telah memberitakan Injil ke wilayah Asia. Ia sempat memberitakan Injil di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah mendapat pukulan cambuk yang sedemikian rupa kejamnya sampai seluruh kulitnya hancur terkelupas.
  • Tomas telah memberitakan Injil ke India. Ia mati ditusuk tombak di sana.
  • Matias, rasul yang menggantikan kedudukan Yudas Iskariot, dihukum rajam dan akhirnya mati dipenggal kepalanya.
  • Paulus disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya dihukum penggal atas perintah kaisar Nero pada tahun 67. Paulus adalah rasul yang paling lama mengalami masa siksaan di penjara. Beberapa suratnya ditulis dan dikirimkan dari penjara.
  • Markus telah memberitakan Injil sampai Alexandria, Mesir. Ia meninggal dunia di sana setelah badannya diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalanan yang berbatu-batu.
  • Lukas telah mengkotbahkan Injil kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan di Yunani. Akibatnya, dia digantung hidup-hidup dan harus meninggal dunia di sana.
  • Yakobus saudara tiri Tuhan Yesus yang menjadi pemimpin gereja di Yerusalem meninggal dunia setelah dilemparkan dari puncak bubungan Bait Allah oleh orang-orang Yahudi yang membencinya karena telah memberitakan Injil Yesus Kristus.
  • Yudas saudara tiri Tuhan Yesus yang menulis surat Yudas dihukum mati dengan panah karena ia tidak mau menyangkali Tuhan Yesus.
  • Barnabas yang pernah memberitakan Injil bersama Paulus dalam perjalanan misinya yang pertama dihukum rajam dan meninggal dunia di Salonika.
Selain kisah para rasul di atas, Eusebius juga menceritakan seorang penginjil yang matanya dibakar sampai buta oleh para penganiayanya dengan harapan dia tak akan dapat membaca Alkitab dan dengan demikian tak dapat memberitakan Injil lagi. Akan tetapi, penginjil itu ternyata tetap bersemangat memberitakan Injil berdasarkan ayat-ayat yang telah dipelajari dan dihafalkannya sebelumnya.
Demikianlah, para rasul telah membuktikan iman dan kasih mereka kepada Tuhan. Dengan gagah berani mereka memberitakan Injil Yesus Kristus dan menanggung segala siksaan dan aniaya. Mereka telah menjadi pahlawan dan teladan iman bagi para martir Kristus lainnya. Dengan demikian mereka juga telah meletakkan pondasi gereja yang kokoh. Karena itu, benarlah kata Tertullianus: “Darah para martir adalah benih gereja.”
Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengikuti teladan mereka? Sudahkah kita memberitakan Injil kepada orang-orang yang ada di sekitar kita? Beranikah kita menanggung resiko aniaya karena Injil yang kita percayai dan beritakan?

Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.” (Mrk 8:34-38)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar